HEADLINE: Kode Jokowi Usai Pertemuan dengan Surya Paloh, Redakan Tensi Politik?

Berikut sederet fakta terkait pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi pada Minggu 18 Februari 2024 di Istana Negara Jakarta dihimpun Liputan6.com:

1. Berlangsung Satu Jam

Koordinator Staf Khusus Kepresidenan Arie Dwipayanan membenarkan pertemuan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh di Istana Merdeka Jakarta. Diketahui pertemuan tersebut berlangsung pada Minggu malam 18 Februari 2024.

“Ya betul, Presiden menerima Pak Surya Paloh malam ini di Istana Merdeka,” ujar Arie saat dikonfirmasi wartawan.

Arie menambahkan pertemuan Presiden Jokowi dengan Surya Paloh saat ini sudah selesai. Menurut Arie, pertemuan berlangsung sekira 60 menit.

“Sudah selesai, sekitar 1 jam,” kata Arie.

2. Surya Paloh yang Memohon Menghadap Jokowi

Menurut Arie, pertemuan dengan Presiden Jokowi tersebut merupakan keinginan dari Surya Paloh.

“Sebelumnya Pak Surya Paloh menyampaikan permohonan untuk menghadap Pak Presiden,” kata Arie saat dikonfirmasi wartawan, Minggu malam.

Arie menambahkan, sebagai respons atas permohonan tersebut, Presiden Jokowi mengalokasikan waktunya untuk menerima Surya Paloh pada malam hari ini.

“Presiden meluangkan waktunya malam hari tadi di Istana Merdeka,” ucap Arie.

3. Isi Pembicaraan Jokowi dan Surya Paloh

Arie mengatakan, Jokowi dan Surya Paloh bertemu dalam agenda silaturahmi kebangsaan.

“Silaturahmi membicarakan agenda agenda kebangsaan,” kata Arie saat dikonfirmasi wartawan.

Selain itu, lanjut Arie, keduanya juga membicarakan tentang berbagai hal soal tantangan global, termasuk terkait dinamika politik dan pemilu 2024.

“Ada juga soal tantangan global, termasuk yang terkait dinamika politik dan pemilu,” kata Arie.

Menurut Arie, apa yang terjadi malam hari ini adalah bukti ucapan Jokowi soal pentingnya bertemu dengan tokoh bangsa. Tujuannya demi bangsa dan negara.

“Seperti yang disampaikan Presiden beberapa waktu yang lalu, silaturahmi dengan tokoh bangsa, dengan tokoh politik sangat baik, apalagi untuk kebaikan bangsa dan negara,” ucap Arie.

Baca Juga  Tak Diterima Jadi Tersangka, Syahrul Yasin Limpo Ajukan Praperadilan Lawan KPK

4. Kata Nasdem Jokowi yang Mengundang

Sekjen Partai NasDem Hermawi Taslim mengatakan, kehadiran Surya Paloh dengan Presiden Jokowi karena adanya undangan makan malam.

“Kehadiran Ketum NasDem Pak Surya Paloh di Istana Negara adalah memenuhi undangan makan malam Presiden Jokowi,” ujar Hermawi melalui pesan singkat diterima, Senin (19/2/2024).

Hermawi pun meluruskan, adanya pernyataan pihak Istana yang menyebut pertemuan dikarenakan permohonan yang dilakukan Surya Paloh terhadap Jokowi.

“Ini sekaligus meluruskan, informasi bahwa Surya Paloh meminta waktu bertemu dengan Presiden Jokowi sebagaimana disampaikan Koordinator Staf Presiden Ari Dwipayana,” ungkap Hermawi.

Senada, Bendahara Umum DPP Partai NasDem, Ahmad Sahroni membantah pernyataan yang menyebut bahwa ketua umumnya, Surya Paloh meminta waktu untuk menghadap Presiden Jokowi.

Menurut Sahroni, justru Presiden Jokowi lah yang mengundang Ketum Partai Nasdem Surya Paloh untuk bertemu di Istana Merdeka, Jakarta pada Minggu malam 18 Februari 2024. Bantahan itu ia tujukan kepada Koordinator Staf Khusus (Stafsus) Kepresidenan Arie Dwipayana.

“Jangan salah ungkapan loh Pak Ari KSP. Pak surya Paloh itu diundang makan malam Ari KSP, bukan memohon waktu menghadap bapak presiden,” kata Sahroni seperti dikutip dari akun instagram @ahmadsahroni88, Senin (19/2/2024).

5. Bicara Kebangsaan Sambil Makan Bakso

Ketua DPP Partai NasDem Willy Aditya mengungkapkan pembahasan yang dibicarakan Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi.

“Jadi beliau tadi sambil makan bakso, mie goreng, bicara banyak hal tentang kebangsaan, situasi dinamika Indonesia terjadi sekarang,” kata Willy, kepada wartawan di NasDem Tower, Senin (19/2/2024).

Namun, Willy mengaku dirinya hanya mengetahui garis besar isi pembahasan dalam pertemuan tersebut. Sehingga, dia meminta agar menanti Surya Paloh untuk memberitahu secara detail.

“Jadi prosesnya tentu bagaimana dalam spirit tetap politik kenegaraan, politik kebangsaan situasi-situasi yang lebih ya semua mungkin dibahas,” ujar dia.

Baca Juga  VIDEO: Ribuan Buruh Berangkat ke Jakarta dari Purwakarta

Willy menilai pertemuan antara Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh dengan Presiden Jokowi menunjukkan kultur yang tidak kekanak-kanakan di tengah dinamika pemilihan umum (Pemilu) 2024.

“Kita melihat (pertemuan Paloh dan Jokowi) tidak dalam kultur, tidak dalam langgam yang childish, yang kekanak-kanakan gitu ya, tidak baperan gitu ya,” kata Willy.

Willy memandang pertemuan antara Paloh dan Jokowi amat penting. Terutama, kata dia dalam ranah pendidikan politik bangsa Indonesia.

“Ini komunikasi yang paling penting sekali, sebagai sebuah pendidikan politik bagi bangsa ini,” ujar dia.

6. Jokowi Akui Bahas Politik

Presiden Jokowi angkat bicara soal pertemuannya dengan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh. Menurut Jokowi, tak penting siapa yang mengundang dan diundang dalam pertemuan yang berlangsung pada Minggu, (18/2/2024) di Istana Merdeka itu.

“Saya kira dua duanya, tidak perlu siapa yang undang, siapa yang diundang, nggak perlu yang penting memang ada pertemuan dan itu akan sangat bermanfaat bagi perpolitikan kita, bagi negara, saya kira yang paling penting itu,” kata Jokowi di RSPPN Panglima Besar Soedirman, Veteran, Bintaro, Jakarta Selata, Senin (19/2/2024).

Jokowi juga mengungkap pertemuannya dengan Surya Paloh membahas soal politik.

“Pertemuan politik biasa, bicara masalah politik juga biasa,” kata Jokowi.

7. Jokowi Ingin Jadi Jembatan

Presiden Jokowi mengatakan,  sebenarnya ia ingin menjadi jembatan untuk semua pihak. Sementara urusan politik adalah ranah masing-masing partai.

“Ini baru awal-awal nanti, kalau sudah final nanti kami.. Tapi itu sebetulnya saya itu hanya menjadi jembatan, yang paling penting kan partai partai,” ujar Jokowi.

Jokowi mengatakan, ia ingin menjadi jembatan semua pihak.

“Jembatan untuk semuanya, saya ingin menjadi jembatan untuk semuanya, urusan urusan urusan politik itu urusan partai partai,” tandas Jokowi.

Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *