Fakta-fakta Mossad, Lembaga Intelijen Israel yang Dibentuk saat Palestina Dijajah Inggris

Tak Berkategori

Losergeek.org.CO, JakartaIsrael dikenal memiliki lembaga intelijen bernama Mossad. Lembaga inteelijen itu disebut-sebut sebagai salah satu yang terbaik di dunia. 

Seperti dilansir dari laman Britannica.com, Mossad atau Mossad Merkazi le-Modiin ule-Tafkidim Meyuhadim atau dalam bahasa Inggris disebut Central Institute for Intelligence and Special Operations memiliki fokus mengumpulkan dan menganalisis data dan informasi luar negeri. Sebagai lembaga intelijen yang memiliki fungsi utama untuk menjaga keamanan Israel, Mossad memiliki tugas yang signifikan dalam menetapkan hal tersebut.

Namun demikian, sebagai lembaga intelijen suatu negara, Mossad memiliki beberapa informasi rahasia yang tidak banyak diketahui oleh publik. Meskipun demikian, seperti dilansir dari berbagai sumber, berikut deretan fakta menarik tentang Mossad: 

Dibentuk saat Palestina dijajah Inggris

Seperti dilansir dari laman Britannica.com, Mossad merupakan lembaga intelijen milik Israel yang dibentuk pada Desember 1949. Awalnya Mossad merupakan sebuah lembaga koordinasi yang sekaligus merupakan suksesor dari Haganah atau lembaga militer Yahudi yang berada di Palestina saat masa Pendudukan Inggris.

Mossad pertama kali dipimpin oleh seorang Direktur bernama Reuven Shiloah, yang merupakan pejabat tinggi negara Yahudi, yang aktif dalam diplomasi rahasia sebelum era pre-state. Namun demikian, saat awal terbentuk, Mossad dipenuhi oleh konflik birokratik hingga mengalami kejadian memalukan pada 1951 dengan tereksposnya agen mata-mata Israel di Baghdad.

Mengamankan Batas Wilayah 

Seperti dilansir dari laman Reuters.com, Mossad memiliki beberapa misi utama seperti misi intelijen yang ditujukan untuk mengamankan batas wilayah Israel, mencegah pengembangan senjata oleh negara yang dijajah, mencegah aksi terorisme yang menargetkan Israel, mengembangkan dan mempertahankan hubungan diplomatik spesial dengan lembaga intelijen lainnya, membawa Yahudi pulang ke Israel ketika lembaga imigrasi Israel tidak dapat beroperasi, memproduksi operasi intelijen strategis yang berkaitan dengan politik, dan merencanakan serta melaksanakan operasi spesial di luar garis batas wilayah Israel. 

Selain itu, Mossad juga merupakan salah satu lembaga intelijen yang dimiliki oleh Israel, selain Aman, yang bergerak pada bidang intelijen militer dan Shin Bet, yang bergerak di bidang keamanan internal. Secara garis besar, Mossad memiliki tugas untuk mengumpulkan data intelijen luar negeri, melakukan analisis intelijen, dan melakukan operasi intelijen.

Menyusup ke Pejabat Tinggi Suriah

Terdapat salah satu nama agen Mossad yang dianggap berhasil dalam menjalankan operasinya, nama tersebut yakni Eli Cohen. Seperti dilansir dari laman Britannica.com, nama Eli Cohen dianggap sukses dalam menjalankan misi yang diemban karena berhasil melakukan infiltrasi di lingkaran pejabat tinggi pemerintah Suriah dengan menyamar menjadi seorang pebisnis Suriah. Namun demikian, aksi penyamaran Cohen pun berhasil diungkap dan dirinya dieksekusi pada 1965.

Menangkap Tokoh Holocaust

Selain kesuksesan melakukan misi infiltrasi pada lingkaran pejabat tinggi suatu negara, Mossad juga pernah berhasil dalam melakukan tindakan penangkapan yang berada di luar yurisdiksi pemerintah Israel, yakni penangkapan Adolf Eichmann. Sebelumnya, Eichmann merupakan salah satu pejabat tinggi Nazi yang bertanggung jawab terhadap peristiwa Holocaust.

Eichmann ditangkap oleh Mossad di Argentina pada 1960 dan berhasil dibawa ke pengadilan Israel untuk selanjutnya dieksekusi dengan cara digantung. Kisah pengadilan Adolf Eichmann sempat terdokumentasikan melalui buku berjudul “The Banality of Evil” yang ditulis oleh Hannah Arendt.

Pilihan Editor: Tak Hanya Mossad, Ini 3 Korps Intelijen Israel yang Memiliki Unit Tarung Terbaik di Dunia

 



Quoted From Many Source

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *